Posted by: Fajar Harguna | 7 December 2008

Usaha Dakwah (Bag. 1)

 

 

Telah banyak usaha yang telah dilakukan dalam membangkitkan Umat Islam dari keterpurukannya melalui berbagai cara, metode dan usaha. Seluruh usaha kepada perbaikan dan dalam rangka memajukan umat adalah usaha yang mulia, dan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah swt.

 

Usaha-usaha tersebut ada yang dilakukan secara infirodhiyah (perseorangan) maupun ijtimaiyyah (bersama-sama), dan hampir semua bidang telah dan masih terus diperjuangkan bagaimana agar Umat Islam bangkit dari keterpurukannya, diantaranya melalui bidang :

·        EKONOMI : Ada yang berjuang melalui usaha atas ekonomi, perbankan dan pengentasan kemiskinan, bagaimana agar ekonomi dapat wujud secara syariah, muamalah yang bersih tanpa unsur riba, kehidupan rakyat menjadi sejahtera

·        POLITIK : Ada yang berjuang melalui usaha atas politik kekuasaan, bagaimana agar sistem pemerintahan dapat tegak secara syariah sehingga hukum Allah pun dapat ditegakkan secara kaffah.

·        HANKAM : Ada yang berjuang melalui usaha atas ketentaraan dan kemiliteran, bagaimana agar kaum muslimin juga sebagai tentara Allah yang siap dikirim ke medan jihad untuk berperang melawan para aggressor yang menindas umat islam

·        SOSIAL : Ada yang berjuang melalui usaha atas kepedulian sosial, bagaimana agar dapat berdiri pusat-pusat layanan kesehatan yang islami, mendirikan posko-posko kesehatan dalam rangka bantuan bencana alam, banjir tanah longsor, dan pelayanan kemasyarakatan lainnya

·        PENDIDIKAN : Ada yang berjuang melalui usaha atas sekolah islam, bagaimana agar dapat berdiri madrasah, sekolah-sekolah islam, pesantren-pesantren, institut islam yang melahirkan generasi-generasi islami

·        MEDIA : Ada yang berjuang melalui usaha atas media islam, bagaimana agar dapat menghambat upaya-upaya propaganda yahudi melalui sistem informasi, publikasi dan media baik cetak maupun elektronik yang berbasis islam, seperti buku-buku islam, majalah islam, program tv islam, website islami, blog islami (termasuk yang saat ini tengah saya buat), dan produk media islami lainnya.

·        PEMBERANTASAN MAKSIAT : Ada yang berjuang melalui usaha menghancurkan lokasi-lokasi maksiat seperti perjudian, lokalisasi, kafe remang-remang dll. Demi terwujudnya masyarakat yang bersih, jauh dari maksiat.

 

Namun sepertinya usaha-usaha dan perjuangan yang telah dilakukan masih saja menghadapi banyak hambatan-hambatan, baik dari internal maupun eksternal. Sehingga usaha-usaha perbaikan seakan-akan tersalip oleh usaha ”perusakan” seperti makin merajalelanya maksiat di depan mata bahkan di tempat bekerja atau rumah kita sendiri (sadar atau tidak sadar)

 

Bila kita bandingkan usaha tersebut diatas dengan usaha yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w yang kemudian dilanjutkan oleh Para Sahabatnya dalam mengembangkan dan memajukan Dienul Islam, maka hanya dalam tempo singkat sejak masa kenabian, Islam dapat berjaya dan kemudian tersebar ke seluruh penjuru dunia. Maka sejak saat itu berubahlah seluruh sistem, tatanan peri kehidupan manusia menjadi Islami, tidak hanya di semenanjung Arab tetapi di hampir seluruh dunia. Dua Per Tiga Dunia takluk di bawah”kaki-kaki” para Sahabat Radiallahuanhum Ajma’in. Khilafah islam dapat berdiri tegak dan disegani seluruh penduduk langit dan bumi. Betapa pemerintahan islam, perekonomian islam, dan seluruh bidang kehidupan saat itu dikuasai islam dan berada pada zaman keemasannya.

 

Bagaimana kita lihat dalam sejarah, berbondong-bondong orang masuk Islam. Satu orang sahabat dikirim kepada kaumnya, maka satu kampung secara ridho masuk islam. Satu jama’ah dikirim ke suatu negeri, maka satu negeri secara rela masuk islam. Bahkan menurut pengakuan mereka yang masuk islam, bahwa mereka sebenarnya bukanlah yang masuk islam tapi islam-lah yang masuk kedalam hati-hati mereka. Dan sementara orang-orang yang masih kafir pun tunduk pada sistem islami.

 

Lalu apa kunci sukses mereka para Sahabat Rasulullah s.a.w ? Ternyata seluruh Sahabat Rasulullah s.a.w. melakukan suatu Usaha yang justru dilupakan dan ditinggalkan. Usaha ini adalah usaha yang pokok sekali mendahului usaha-usaha bidang lainnya. Dengan usaha ini maka usaha-usaha yang lain Insya Allah akan dapat berjalan sukses. Usaha ini adalah USAHA ATAS HIDAYAH, melalui dakwah ’ala minhajul nubuwwah. Mengikuti tertib-tertib dakwah sebagaimana tertib-tertib dakwah Rasulullah s.a.w. 

 

Salah satu ciri usaha dakwah ini adalah  jumpa umat ”face to face” secara langsung dengan hikmah dan kasih sayang dalam rangka niat memperbaiki diri dan mengajak seluruh umat untuk memperbaiki dirinya. Bila kita mencuci piring yang kotor dengan sabun, maka tidak hanya piringnya tetapi secara otomatis tangan kita sendiri pun akan ikut bersih. Dakwah tidak minta upah dan hanya berharap upah dari Allah swt. Orang yang ambil jalan dakwah ini justru berkorban biamwalikum (hartanya) wa anfusikum (dirinya) untuk kemajuan islam. Mengikuti istilah seorang rekan, kalau dulu istri kita mungkin bertanya ”Mas kowe ento piro?” (Mas kamu dapat berapa?) maka orang yang ambil bagian usaha dakwah maka istrinya kini mengganti pertanyaannya ”Mas kowe ente piro?” (Mas kamu habis berapa?)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: