Posted by: Fajar Harguna | 8 February 2010

Mengapa Ekonomi & Hukum dulu yg dibenahi?

Sudah 2 pekan ini saya mendengarkan ceramah dari 2 sahabat saya, ikhwah yang berasal dari salah satu pergerakan Islam (harokah) di Indonesia. Alhamdulillah, begitu banyak nasehat yang dapat dipetik dari mereka. Inti dari ceramah adalah solusi atas keadaan umat yang tengah dilanda krisis moral.

Tulisan ini sebenarnya bukan untuk menkoreksi ceramah sahabat2 saya tersebut, tetapi lebih untuk mengkoreksi diri saya sendiri supaya tetap istiqomah dalam usaha dakwah yang berwawasan global, Rahmatan Lil’Alamaiin….

Menurut sahabat2 saya tersebut, solusi umat adalah :

Yang pertama : Kita wajib menegakkan hukum syariat suapaya orang-orang Islam menjadi takut untuk maksiat terutama meninggalkan shalat.

Yang kedua : Kita wajib wajib menguasai teknologi supaya orang-orang Islam dapat membendung tayangan2 maksiat di TV dan memberikan tayangan2 yang islami di TV

Sama sekali tidak ada yang salah di kedua statement diatas, hanya saja…menurut hemat saya, keduanya bukanlah esensi, inti atau akar dari permasalahan umat….

Baginda Rasulullah saw, senantiasa dakwah mengajak manusia untuk taat kepada Allah swt (Dakwah Illalah). Tidak pernah mengajak manusia untuk memperbaiki teknologi, memperbaiki sistem hukum, memperbaiki ekonomi. “Hati – hati” dari manusia yang diperbaiki dahulu.

Baginda Rasululullah saw tidak pernah menghancurkan berhala2 yang saat itu jumlahnya ratusan di lingkungan Ka’bah. Tetapi baginda Rasulullah saw dakwah kepada manusia “Yaa ayyuhannaas quluu laailaha illAllah tuflihu…”, sehingga berhala2 yang ada di dalam hati2 manusia yang “dihancurkan”, dan setelah hancur maka dengan sendirinya berhala2 tersebut dihancurkan oleh mereka yang telah beriman..

Memang harus berhukum Islam, berekonomi syariat dan berteknologi… tapi bukan itu esensinya dan belum sekarang saatnya. Semua itu akan wujud dan diwujudkan oleh Allah swt di tengah2 umat jika umat telah siap. Sekarang saatnya kita Dakwah Dakwah dan Dakwah. Dakwah cara Nabi bukan Dakwah cara Nafsu. Dakwah sistem Nabi bukan Dakwah sistem Yahudi. Dakwah nubuwwah dengan gerak, jumpa umat, tidak minta upah, korban harta dan jiwa sendiri.

Kalaulah sekarang hukum islam ditegakkan, berapa banyak orang2 yang dipotong tangannya di Indoneisa (karena banyak pencuri dan koruptor), tapi mati tetap saja tidak membawa Iman. Dan berapa banyak lahir “orang-orang munafik” yang hanya beribadah karena takut dihukum, bukannya takut pada Allah swt.

Waallahu’alam

Posted by: Fajar Harguna | 17 June 2009

Sebab Kemenangan Umat Islam

Sebab Kemenangan Umat Islam

Umar ra. telah melantik Atbah bin Ghazwan sebagai panglima perang pasukan Muslimin di dalam peperangan melawan Parsi. Pada ketika itu beliau telah memberikan perintah.

“Senantiasalah menjaga ketaqwaan sedapat-dapatnya. Berhati-hatilah menjalankan keadilan apabila memberi keputusan. Kerjakan sholat pada waktu yang ditentukan dan berzikirlah memuji Allah sebanyak-banyaknya dan selalu”.

Satu ketika terdapat seorang tawanan Romawi di dalam penjagaan orang-orang Islam. Terjadi satu keadaan dimana dia telah dapat meloloskan diri dan lari. Raja Heraklius bertanya kepadanya mengenai keadaan orang-orang Islam dengan mendalamnya supaya seluruh kehidupan mereka nampak jelas dihadapannya. tawanan ini juga melaporkan perkara yang sama dan menerangkan bahwa orang-orang itu adalah ahli ibadat diwaktu malam dan kesatria (da’i) disiang harinya. Orang-orang Islam itu juga tidak mengambil sesuatu walaupun daripada Dhimmi (orang-orang kafir yang dibawah lindungan mereka) tanpa membayar harganya dan apabila mereka berjumpa, mereka memberi dan menjawab salam. Heraklius menjawab dengan cepat dan tajam bahwasanya jikalau laporan itu benar dan tepat, maka mereka akan menjadi raja-raja bagi kerajaan Heraklius.

Heraklius mempunyai jumlah tentera yang sangat banyak sedangkan jumlah orang-orang Islam sangat terbatas. Amr bin al-‘As ra. memberitahu Abu Bakar Siddiq ra. mengenai keadaan tersebut. Sebagai jawabannya Abu Bakar ra. menulis:

“Kamu orang-orang Islam tidak akan dapat dikalahkan karena jumlah yang kecil. Kamu pasti dapat dikalahkan walaupun mempunyai jumlah yang banyak melebihi jumlah musuh jikalau kamu terlibat didalam dosa-dosa”.  

Al-Baihaqy mentakhrijkan dari jalan Al-Waqidy, dari Abu-Hurairah ra., dia berkata, “Aku ikut dalam perang Mu’tah. Ketika jarak antara kami dan orang-orang musyrik semakin dekat, kami bisa melihat jumlah pasukan yang amat banyak, membawa persenjataan lengkap, tameng, mengenakan pakaian sutra dan perhiasan emas.

Tsabit bin Arqam ra. berkata saat melihatku membelalakkan mata, “Wahai Abu Hurairah, sepertinya engkau sedang melihat pasukan yang besar.

“Benar”, jawabku.

Dia berkata, “Engkau tidak bergabung bersama kami di Badr. Kami menang saat itu bukan karena jumlah kami yang banyak”.

(Al-Bidayah 4:244, Al-Ishabah 1:190)

Ahmad bin Marwan bin Maliky di dalam Al-Mujalasah, dari Abu Ishaq, dia berkata, “Tidak ada musuh yang bertahan lama jika berperang melawan para sahabat.

Ketika Heraklius tiba di Anthokia setelah pasukan Romawi dikalahkan pasukan Muslimin, dia bertanya, “Beritahukan kepadaku tentang orang-orang yang menjadi lawan kalian dalam peperangan. Bukankah mereka manusia seperti kalian?”

Mereka menjawab, “Ya”.

“Apakah kalian yang lebih banyak jumlahnya ataukah mereka?”

“Kamilah yang lebih banyak jumlahnya dimanapun kami saling berhadapan”.

“Lalu mengapa kalian bisa dikalahkan?”

Seseorang yang dianggap paling tua menjawab, “Karena mereka biasa shalat di malam hari, berpuasa di siang hari, menepati janji, menyuruh kepada kebajikan, mencegah dari kemungkaran dan saling berbuat adil di antara sesamanya. Sementara kami suka minum arak, berzina, melakukan hal-hal yang haram, melanggar janji, suka marah, berbuat semena-mena, menyuruh kepada kebencian, melarang hal-hal yang diridhai Allah dan berbuat kerusakan di bumi”.

Heraklius berkata, “Engkau membuatku percaya”.

b(Al-Bidayah 7:15, Ibnu Asakir 1:143)

Posted by: Fajar Harguna | 16 March 2009

Dakwah Kapolda

Surabaya – Kapolda Jatim baru ternyata mempunyai instruksi unik untuk anak buahnya. Mantan Kapolda Kalimantan Selatan yang memang dikenal agamis tersebut, menginstruksikan sholat berjamaah bagi seluruh anggota polisi yang berada di wilayah Polda Jawa Timur.

Dalam pidato usai pelantikan atas dirinya, Brigjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan bahwa untuk menciptakan suasana sejuk dan damai di Jawa Timur, maka masyarakatnya harus taat beribadah, dan itu dimulai dalam tubuh kepolisian.

“Agar Jawa Timur sejuk, ibadah harus ditegakkan, bagi yang muslim, harus sholat berjamaah,” ujar Anton dalam pidatonya kepada anggota Mapolda Jatim beberapa waktu lalu.

Rupanya instruksi sholat berjamaah tersebut ditindak lanjuti secara serius oleh Anton, hal ini dibuktikan dengan ajakan sholat berjamaah melalui pengeras suara setiap kali waktu sholat di lingkungan Mapolda Jatim. Bunyi ajakan sholat tersebut kurang lebih sebagai berikut.

“Kepada setiap anggota Polda Jatim, sesuai atensi Kapolda, bagi yang beragama Islam, diharap sholat berjamaah di Masjid Nurul Huda (kompleks Polda Jatim) dan tinggalkan segala bentuk aktivitas, tertanda karo ops Mapolda Jatim”.

Ajakan tersebut ternyata sangat berpengaruh, Masjid Nurul Huda kompleks Mapolda Jatim yang biasanya sepi, dari pantauan beritajatim.com tadi siang sewaktu sholat Dzuhur, Selasa (24/02/2009), terlihat penuh hingga ke halaman depan masjid.

Tak hanya menginstruksikan sholat saja, Anton juga memerintahkan seluruh anggotanya, baik yang beragama Islam maupun beragama lain untuk meninggalkan aktivitas pekerjaannya sepuluh menit sebelum waktu sholat untuk berbondong-bondong ke Masjid. Sedangkan bagi yang beragama lain, diharapkan untuk berkumpul di suatu tempat dan melakukan doa atau ibadah menurut ajarannya.

Selain perintah sholat, Anton juga memerintahkan seluruh anak buahnya baik yang ada di Mapolda Jatim maupun jajaran untuk melakukan baca Al Quran sebanyak 30 juz (khatam) setiap harinya sehabis sholat subuh.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Puji Astuti, Puji membenarkan bahwa instruksi kapolda mengenai sholat dan baca Al Quran tersebut memang sedang giat dilakukan oleh anggota polisi di seluruh jajaran Polda Jatim.

“Ya, kita memang sedang giat menjalankan kegiatan keagamaan,” ujar Puji saat ditemui di Mapolda Jatim jalan A Yani Surabaya, Selasa (24/2/2009).

Instruksi Anton untuk segera meninggalkan aktivitas ketika memasuki waktu sholat tersebut tidak hanya kepada anak buahnya saja, Anton sendiri juga melakukan hal yang sama, ini bisa dibuktikan ketika acara serah terima jabatan sebagai kapolda beberapa waktu lalu, Anton bersama Kapolda lama Irjen Pol Herman S Sumawireja meninggalkan acara sejenak, ketika sudah tiba waktu sholat Ashar dan melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Nurul Huda kompleks Mapolda Jatim.[rif/kun] Reporter : Arif Fajar A

Posted by: Fajar Harguna | 10 March 2009

Pendeta Masuk Islam

Berikut adalah kisah seorang pendeta yang masuk Islam, asbab kerisauan hatinya untuk mencari hidayah kebenaran. Sebelum masuk Islam, pendeta ini terlebih dahulu bertemu dengan serombongan jamaah yang tengah ber-dakwah dan ber-tabligh. Setelah masuk Islam, pendeta ini aktif dalam kegiatan dan usaha dakwah dan tabligh kepelosok-pelosok di seluruh alam.  

 

Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-‘Alam al-Islami di sana.

 

Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan perkara penting.

 

Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”

 

Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.! Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.

 

Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan! Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.

 

Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lantas ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.

 

Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban. Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.

 

Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku. Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku. sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu. Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran. manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku. jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan. tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar.” lantas akupun tertidur.

 

Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim. kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.

 

 

mini-dsc_0020 

Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada. Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT.

 

Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg. Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu. Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?” Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.” Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran.

 

Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.

 

Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.

 

Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami. Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam. Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.” Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.”

 

Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta. Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.

 

Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta Sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.

 

Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.” Setelah Ibrahim selesai mengisahkan kepada kami bahwa perhatiannya sekarang hanya tertumpah untuk dakwah kepada agama Allah, ia meninggalkan kami menuju suatu daerah. medan dakwah yang penuh dengan pengorbanan di jalan Allah.

 

Aku perhatikan wajahnya berubah dan pakaiannya bersinar. Aku heran ia tidak meminta bantuan dan tidak menjulurkan tangannya meminta sumbangan. Aku merasakan ada yang mengalir di pipiku yang membangkitkan perasaan aneh. Perasaan ini seakan-akan berbicara kepadaku, “Kalian manusia yang mempermainkan dakwah, tidakkah kalian perhatikan para mujahid di jalan Allah!””Benar wahai sudaraku. Kami telah tertinggal. kami berjalan lamban. kami telah tertipu dengan kehidupan dunia, sementara orang-orang yang seperti Da’i Ibrahim Sily, Da’i berbangsa Spanyol Ahmad Sa’id berkorban, berjihad dan bertempur demi menyampaikan agama ini. Ya Rabb rahmatilah kami. ”

 

(SUMBER: Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan Fakultas Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah)

 

Posted by: Fajar Harguna | 9 March 2009

Usaha Dakwah Walisongo

Assalaamu’alaykum

Para Walisoongo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini adalah :

1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan tentara : Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan. Jangan yakin dengan banyaknya jumlah kita,…..yakin dengan pertolongan Allah swt.

2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap : Kita bergerak jumpa umat…dari orang ke orang…. jumpa ke rumah-rumah mereka ..Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa asbab/ sebab yang nampak.

3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki : Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan. Niat untuk dakwah keseluruh alam, Allah swt yg berangkatkan kita bukan asbab-asbab dunia seperti harta dsb…

4. Senjoto Kalimosodo : Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. selalu mendakwahkan kalimat iman, mengajak umat pada iman dan amal salih….(Kalimosodo : Kalimat Shahadat)

5. Digdoyo Tanpo Aji : Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik, perasaan dan mentalnya namun mereka seakan-akan seperti orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata. Kita dakwah, Allah swt akan Bantu (jika kalian Bantu Agama Allah, maka pasti Allah akan tolong kalian dan Allah akan menangkan kalian)

6. Perang Tanpo tanding : Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat atau bertengkar. dakwah dengan hikmah, kata-kata yg sopan, ahlaq yg mulia dan doa menangis-menangis pada Allah agar umat yg kita jumpai dan umat seluruh alam dapat hidayah….bukan dengan kekerasan…. Nabi saw bersabda yg maknanya kurang lebih : ‘Haram memerangi suatu kaum sebelum kalian berdakwah (berdakwah dgn hikmah) kepada mereka”

7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan : Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya.

8. Mulyo Tanpo Punggowo : Kemuliaan hanya dalam Iman dan Amalan agama bukan dengan banyaknya pengikut. Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi karena menjadi Da’i yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan hidup, maka Allah swt muliakan mereka.

9. Sugih Tanpo Bondo : Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia. Jangan yakin pada harta….kebahagiaan dalam agama, dakwah jangan bergantung dgn harta

10. Kuncara Tanpo Woro-woro : Menyebar, terkenal tanpa gembar-gembor, propaganda, iklan-iklan dsb
artinya bergerak terus jumpa umat, kerja untuk umat, kerja untuk Agama dengan ikhlas karena mengharap Ridho Allah swt, tidak perlu disiar-siarkan atau di umum-umumkan. Allah sajalah yang menilai perjuangan kita.

Pesan Walisongo Sunan Kalijogo adalah :
1. Yen kali ilang kedunge : jika sungai sudah mulai kering… jika sumber air sudah mulai kering.. maksudnya jika para alim ulama sumber ilmu sudah mulai wafat satu persatu…maka ini alamat bahwa dunia mau di-Qiamatkan Allah SWT. Ulama ditamsilkan seperti air yang menghidupkan hati2 manusia yang gelap tanpa cahaya hidayah..

2. Yen pasar ilang kumandange : Jika pasar sudah mulai diam.. maksudnya jika perdagangan sudah tidak dengan tawar-menawar karena banyaknya mall dan pasar swalayan yang berdiri. kata orang2 tua kita dahulunya semua pasar memakai sistem tawar menawar sehingga suaranya begitu keras terdengar dari kejauhan seperti suara lebah yang mendengung.. ini kalo aku boleh beri istilah adalah adanya kehangatan dalam social relationship dalam masyarakat.. tapi sekarang sudah hilang…biarpun kita sering ke plasa atau ke supermarket ratusan kali kita tidak kenal para pelayan dan cashier di tempat itu..

3. Yen wong wadon ilang wirange : Jika wanita sudah tidak punya rasa malu……Belum menutup auratnya, dsb

4. Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi : Bermujahadah, susah payah berkelana dalam perjalanan ruhani guna memperbaiki diri atau perjalanan fisabilillah menjelajahi desa-desa/ negara-negara, menghitung pintu (bersilaturahim) jangan pulang2 sebelum selesai program 4 (empat) bulan, cari petunjuk, hidayah dan kepahaman agama dari Dzat yang Maha Kuasa..

Semoga bermanfaat… Wallahu’alam

Wassalaamu’alaykum

Posted by: Fajar Harguna | 26 January 2009

Usaha Dakwah Usaha Rayap

Sunday Times London menulis artikel tentang pergerakan dakwah terbesar (orang-orang biasa memberi nama harakatul iman, usaha dakwah tabligh atau jamaah tabligh) yang akan membuat kompleks masjid yang berukuran gigantic, yang akan menjadi markas dakwah di London, di atas area tanah seluas 10 hektar disebuah kota Newham, yang berjarak kurang lebih 500 yards dari stadion Olympic 2012. Masjid ini juga menggunakan pembangkit listrik tekhnologi wind turbine minarets and tidal power (kincir angin dan kincir di dalam air), sepertinya memang sudah dipersiapkan untuk menghadapi jaman kekacauan kedepan yang kasat mata adalah habisnya bahan bakar minyak. Masjid yang direncanakan mampu menampung 40.000 bahkan sampai dengan 70.000 jemaah apabila berhasil mendapatkan legalitas dari pemerintah setempat. Jumlah ini hanya beda 10.000 lebih sedikit dengan daya tampung stadion Olympic di sebelahnya. Dapat dipastikan akan menjadi tempat ibadah terbesar di Eropa, yang Insya Allah akan terselesaikan pada tahun 2012.

Ya, diperlukan sebuah areal yang munasib dan luas untuk aktifitas usaha dakwah ini mengingat hari demi hari jumlah muslim di Inggris dan Eropa semakin bertambah, dan jumlah kaum muslimin yang telah ambil bagian dalam usaha dakwah ini semakin meningkat pesat. Pada tahun 2007 mencapai angka 57.000.000 umat muslim, dan sebanyak 2.8 juta yang bermukim di Inggris. Pada setiap Ijtima’ (pertemuan tahunan umat Islam seluruh dunia) diberbagai negara dan benua dengan waktu pengadaan hanya 3 hari, jemaah ini mampu menghadirkan 6 sampai 10 Juta umat muslim dari seluruh penjuru dunia, dan mengeluarkan sedikitnya 100.000 rombongan dakwah, belum lagi jumlah ratusan hingga ribuan jama’ah yang setiap harinya dikeluarkan dari setiap negara yang masing-masing mempunyai markaz dakwah untuk berdakwah dengan membawa akhlak, sunnah dan adab-adab Rasulullah SAW keseluruh pelosok bumi hingga ke pulau-pulau terpencil sekalipun.

Usaha ini adalah usaha dakwah Rasulullah SAW yang telah lama mati dan ditinggalkan, yang kemudian dihidupkan kembali oleh maulana Muhammad Ilyas (rah.), yang ingin menyebarkan kesadaran akhlakul kharimah Rasulullah SAW dengan mengutamakan persatuan antara umat muslim di seluruh dunia dan berjanji bahwa hanya dengan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW, umat Islam akan memperoleh kejayaan. Dalam kurun waktu 80 tahun, diantara berbagai tudingan pahit, hinaan, kecaman bahkan fitnah, jemaah ini mampu berkembang demikian pesatnya dengan pertolongan Allah SWT. Pahit memang, namun kenyataan itulah yang harus diterima dalam kerja dakwah cara nabi (minhajin nubuwwah). Dan seluruh pekerja-pekerja dakwah tabligh pun sudah sangat terbiasa dengan perlakuan tersebut sehingga selalu menerimanya sebagai sebagai bagian dari tarbiyah Allah SWT guna meningkatkan ghirah dakwah, yaitu menjadikan dakwah maksud hidup, hidup untuk dakwah, dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah. Dalam menghadapi fitnah dan celaan, tidak ada satu buku putih-pun dikeluarkan oleh ulama-ulama yang terlibat dalam usaha dakwah ini. Atau klarifikasi apalagi jumpa pers. Karena usaha ini adalah usaha dengan cara nabi dimana mengutamakan : Gerak (qadam) bukan Tulisan (qalam), Persatuan (Ittihad) bukan Perpecahan (Ikhtilaf), Senyap-senyap (Istitar) bukan Gembar-Gembor (Isytihar), Kabar gembira (Tabsyir) bukan kabar buruk (tanfir).

Jamaah ini memiliki sifat ketaatan kepada amir atau pimpinan yang luar biasa (sami’na wa ato’na). Jamaah ini memiliki satu fikir, satu tujuan, satu gerak dan satu cara dalam dakwah, keseluruhannya berdasarkan tertib dakwah yang sama di seluruh dunia. Seorang ulama pernah mengatakan bahwa jamaah ini adalah satu-satunya jamaah yang saat ini paling siap ketika ada panggilan jihad dari khalifah. Jamaah ini sudah terbiasa meninggalkan keluarga untuk beberapa waktu lamanya, dan terbiasa dengan medan pegunungan, lautan, sungai, kepulauan bahkan keluar masuk hutan.

Kasat mata mereka memang kelihatan lemah sekali. Sungguh suatu ironi yang luar biasa apabila jamaah dakwah ini harus dihadapkan dengan tentara-tentara kafir dan musuh Islam dengan keterampilan perang dan teknologi senjata-senjata yang demikian canggihnya. Hanya ejekan dan bahan tertawaan saja yang akan diterima oleh jamaah ini. Sungguh bagaikan David yang melawan Goliath. Mereka juga sering diremehkan karena tidak berpolitik. Bagi jamaah ini berpolitik yang benar bukanlah berdasarkan kepada kepentingan golongan saja sehingga menimbulkan perpecahan sesama muslim karena beda kepentingan, tetapi ”politik” yang sesungguhnya adalah ”politik” cara nabi bagaimana menimbulkan persatuan dan kasih sayang seluruh umat di seluruh alam, dan bagaimana seluruh umat (dari zaman nabi Adam hingga bayi terakhir yang lahir di dunia) selamat dari siksa neraka.

Lalu dimana kekuatannya? Dari ketentaraankah, atau perekonomian, atau teknologi, atau kancah politik praktis? Amalan agama yang sempurna dengan diiringi kerendahan hati & ke-tawajuhan hanya pada Allah beserta Rasul-Nya sajalah yang menjadi kekuatan dan ”senjata” yang amat sangat Dahsyat, dan yang amat sangat ditakuti oleh musuh-musuh islam. Bagaikan rayap-rayap kecil yang terlihat ”tak berdaya” yang akan mampu menumbangkan pohon-pohon besar dari kecongkakan musuh-musuh Islam. Hal ini sejalan dengan sejarah Rasulullah SAW dan Para Sahabat R.A. yang mampu mengislamkan bangsa besar Persia dan Romawi dengan mengetuk pintu rakyatnya satu demi satu dengan membawa akhlakul kharimah. Kalau rakyatnya sudah mayoritas Islam, pemerintahnya dapat berbuat apa?

Bahkan bila seluruh musuh-musuh Islam bermaksud menghancurkan dan mem-bom markaz dakwah tabligh maka hanya usaha yang sia-sia belaka. Markaz dakwah tabligh tersebar hingga ke pelosok-pelosok kampung diseluruh penjuru dunia, ada halaqoh-halaqoh-nya dan muhallah-muhallah di bawahnya. Dan bahkan rumah-rumah seluruh ahli dakwah telah hidup amalan masjid nabawi (hidup amal dakwah, ta’lim, zikir ibadah dan khidmat) sehingga merupakan madrasah iman dan amal yang Insya Allah dijaga oleh para malaikat-malaikat Allah SWT. Kalau pun terjadi situasi darurat maka halaqoh manapun bisa dijadikan markaz pusat. Butuh berapa ton TNT & C4 ataupun mungkin berapa banyak tangki Uranium yang akan dihabiskan untuk membom markaz dakwah tabligh? Ada satu kargozari (laporan perjuangan) bahwa telah ada satu upaya dari musuh Islam untuk mem-bom markaz dakwah yang terletak di Nizamuddin, namun upaya tersebut telah gagal total.

Wallahu ’alam.

Posted by: Fajar Harguna | 7 December 2008

Usaha Dakwah (Bag. 2)

 

Pada bagian kedua ini kita saling bermuzakarah mengenai mengapa Usaha Dakwah atau Usaha Atas Hidayah justru menjadi induk atau azaz dari usaha bidang – bidang lainnya seperti yang telah disebutkan dalam bagian pertama tulisan ini? Karena :

·        EKONOMI : melalui Usaha Dakwah maka berbondong-bondong orang mulai mengetahui pentingnya bermuamalah secara islam, takut akan riba dan hidup secara sederhana mengikuti Sunnah. Bila mayoritas umat Islam telah mendapat Hidayah sehingga paham agama, paham ekonomi Islam, maka bisa dibayangkan Bank-Bank sekuler dan riba akan gulung tikar satu persatu akibat ditinggalkan sebagian besar nasabahnya yang semua sudah menjadi orang-orang yang takwa. Atau harga-harga barang akan menjadi murah, tidak ada penimbunan barang, dsb. Menghidupkan sistem ekonomi syariah, bank-bank islam itu penting tetapi jauh lebih penting bagaimana hidayah turun pada masyarakat agar bermuamalah secara islam sehingga perekonomian menjadi barokah.   

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” Quran 7 : 96

 

·        POLITIK : melalui Usaha Dakwah maka berbondong-bondong orang mulai mengetahui apa itu amanah kepemimpinan, bagaimana beratnya tanggung jawab di Akhirat, bagaimana pentingnya menjadi rakyat yang Soleh agar Allah lahirkan pemimpin yang Adil, sebagaimana janji-Nya. Mengapa negeri kita tercinta ini banyak dipimpin oleh pejabat-pejabat yang bermaksiat, berakhlak bejat dan korup? Ya, jawabannya adalah karena itu adalah cermin masyarakat yang dipimpinnya. Politik Cara Nabi bukanlah Nabi atau Sahabat sibuk membuat strategi bagaimana menggantikan sistem pemerintahan Arab Jahiliyah atau Parsi dan Romawi, melainkan ”sibuk” bagaimana orang-orang Arab, Parsi dan Romawi dan seluruh dunia mendapat hidayah sehingga dapat menjalankan kehidupan pemerintahan yang adil dan Islami selamat dunia akhirat. Atau bukannya para Sahabat sibuk mencalonkan diri menjadi amir, wakil umat atau khalifah, justru sebaliknya para Sahabat takut dan menangis ketika ditunjuk menjadi pemimpin karena beratnya tanggung jawab di Akhirat, karena Rasulullah pun sempat menepuk bahu seorang sahabat yang menawarkan dirinya untuk menjadi amir (pimpinan). Tetapi Para Sahabat sibuk risau dan berpikir bagaimana hidayah dapat tersebar keseluruh alam. Menghidupkan sistem pemerintah islam itu penting tetapi jauh lebih penting bagaimana hidayah turun pada masyarakat agar dapat menjadi rakyat dan pemimpin yang beriman dan beramal soleh.

”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” Quran 24 : 55

·        HANKAM : melalui Usaha Dakwah maka berbondong-bondong orang mulai mengetahui pentingnya berkorban dan berjuang untuk Agama Islam. Orang yang sangat mudah menyambut panggilan azan ”Hayya’alassolah” akan ringan menyambut panggilan ”Hayya’alajihad”. Orang yang terbiasa tinggalkan anak istri dan keluarga selama berhari-hari berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk maksud penyebaran agama, maka akan siap lahir bathin bila sewaktu-waktu khalifah memanggil untuk berjihad. Orang yang ambil bagian dalam Usaha Atas Hidayah akan yakin sepenuhnya pada qudratullah dan nusrotullah, sehingga kemenangan dan kejayaan umat islam hanya Allah swt letakkan dalam amal agama, bukan pada Tank-Tank, bukan pada Nuklir, bukan pada Senjata Biologi, dsb. Sebagaimana keyakinan umat islam kepada Allah swt ketika perang Badar yang hanya bersenjatakan pedang ala kadarnya dan pelepah-pelepah kurma; 313 Para Sahabat melawan 1000 kaum musyrikin dan Para Sahabat dimenangkan oleh Allah s.w.t. Mengapa saat ini kita diperangi dan mengalami kekalahan-kekalahan di seluruh belahan bumi? Ya karena mayoritas umat islam telah jauh dari pertolongan Allah s.w.t. Mengapa Allah s.w.t tidak menolong kita? Ya karena kita tidak/ belum menolong Agama Allah sebagaimana mestinya. Bukankah kita telah berusaha menolong Agama Allah? Belum, kita belum menolong ”Agama Islam”, tetapi kita baru menolong ”Umat Islam”.  Berbeda antara menolong Agama dengan menolong Umat. Masing-masing memeiliki keutamaannya. Maka usaha atas ketentaraan untuk membela umat islam yang tertindas itu penting, namun usaha atas hidayah bagaimana agama ini tersebar ke seluruh alam sehingga umat islam memperoleh pertolongan Allah s.w.t. itu jauh lebih penting.  

”Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Quran 47 : 7

 

·        SOSIAL : melalui Usaha Dakwah maka berbondong-bondong orang mulai paham pentingnya menjauhi maksiat dan melaksanakan amalan-amalan secara istiqomah sehingga ”alam” tidak ”marah” kepada manusia. Sesungguhnya untuk menyembuhkan penyakit, yang diobati bukanlah penyakitnya saja melainkan penyebab datangnya penyakit tersebut. Bila ada seseorang yang terluka akibat perbuatannya yang meminta tolong, maka kita wajib datang untuk menolongnya dengan mengobati lukanya, namun ketika kita tinggalkan, maka mereka akan kembali terluka akibat perbuatannya. Lalu manakah yang terutama diobati? Ya, tentunya perbuatan yang membuat dirinya terluka tersebut, bukan hanya lukanya saja. Maka peduli sosial kepada yang tertimpa bala bencana dan musibah adalah penting, akan tetapi peduli bagaimana hidayah turun kedalam diri umat sehingga mampu mencegah bala bencana adalah jauh lebih penting

”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Quran 30 : 41

 

·        PENDIDIKAN : melalui Usaha Dakwah maka berbondong-bondong orang mulai semangat untuk belajar (ta’lim) dan mengajar (ta’alum). Hari ini umat jauh dari madrasah, pesantren dan sekolah islam karena belum memahami pentingnya ilmu agama sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat. Usaha atas membangun sekolah islam adalah penting, akan tetapi usaha bagaimana umat islam bersemangat untuk menuntut ilmu islam jauh lebih penting. Sama dengan usaha membangun masjid itu penting, namun jauh lebih penting bagaimana memakmurkan masjid dan menghidupkannya dengan amalan-amalan masjid nabawi seperti dakwah, taklim, zikir wal ibadah dan khidmat. Maka usaha akan mendirikan sekolah islam adalah penting, namun jauh lebih penting bagaimana orang-orang mendapatkan hidayah sehingga dapat berbondong-bondong menghantarkan putra-putrinya masuk ke sekolah-sekolah islam. Untuk dapat menerima ilmu Allah, maka membutuhkan hidayah Allah swt karena ilmu Allah demikian luasnya. Hidayah adalah diibaratkan bahan bakar, yang mampu memberi motivasi, semangat belajar, sedangkan ilmu adalah kendaraannya. Semakin seseorang berilmu maka semakin beramal soleh dan semakin mengenal dan dekat kepada Allah.

”Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”

 

·        MEDIA : melalui Usaha Dakwah maka berbondong-bondong orang mulai semangat untuk membaca buku islam, majalah islam dan media bernafaskan islam lainnya. Bila umat telah sadar maka media-media, toko-toko buku yang menjual buku-buku sekuler, majalah-majalah porno satu persatu akan tutup karena mayoritas masyarakat tidak mau lagi membeli. Secara otomatis toko-toko buku islami, penerbit-penerbit buku islami dan media islami lainnya akan tumbuh subur, sebagaimana hukum demand and supply. Mencetak buku-buku islami atau membuat media lainnya yang bersifat islami adalah penting tapi jauh lebih penting bagaimana masyarakat menjadi semangat dalam membaca buku-buku islam.

 

·        PEMBERANTASAN MAKSIAT : melalui Usaha Dakwah maka berbondong-bondong orang yang tadinya bermaksiat, berjudi, narkoba, minuman keras, berzina akan kembali kepada Allah s.w.t. Dirangkul, dan diarahkan, bukan dibenci dan dijauhi. Bila kita bubarkan paksa tempat maksiat seperti perjudian maka yang terjadi adalah tempat tersebut akan bersih dari perjudian, namun para penjudi yang lari tunggang langgang dan berpencar tersebut akan membuka tempat-tempat perjudian yang baru yang jumlahnya menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Maka usaha menghancurkan tempat kemaksiatan itu penting, namun usaha dakwah kepada personal untuk mengajaknya kembali kepada Allah s.w.t. itu jauh lebih penting. Yang terjadi adalah bahwa kegelapan hanya akan hilang bilang dihadirkan cahaya yang terang benderang, kegelapan tidak akan hilang bila kita hanya menghapus kegelapan tersebut. Maka usaha memberantas maksiat, perjudian, perzinaan, korupsi, premanisme adalah penting namun usaha untuk merangkul mereka agar kembali ke jalan Allah adalah jauh lebih penting.  

 

Dan masih banyak lagi kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh dalam berbagai bidang melalui Usaha Dakwah. Sehingga apabila Usaha Dakwah ini dijalankan, maka seluruh usaha-usaha kebaikan akan berjalan dengan baik. Untuk itu, apa yang harus kita tunggu lagi? Segala usaha, perjuangan dan doa kita akan sulit atau bahkan sia-sia bila tidak melakukan Usaha Dakwah.

Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya: ”Apabila umatku sudah mengagung-agungkan kehidupan dunia, maka akan diangkat/dicabut keagungan ajaran Islam. Dan apabila umatku sudah meninggalkan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar (meninggalkan kerja dakwah), maka umatku akan terhalang untuk mendapatkan keberkahan wahyu”.

 

Mari kita bersegera ambil bagian dalam usaha ini. Saya bersedia bagaimana dengan Tuan – Tuan, bersediakah?

Posted by: Fajar Harguna | 7 December 2008

Usaha Dakwah (Bag. 1)

 

 

Telah banyak usaha yang telah dilakukan dalam membangkitkan Umat Islam dari keterpurukannya melalui berbagai cara, metode dan usaha. Seluruh usaha kepada perbaikan dan dalam rangka memajukan umat adalah usaha yang mulia, dan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah swt.

 

Usaha-usaha tersebut ada yang dilakukan secara infirodhiyah (perseorangan) maupun ijtimaiyyah (bersama-sama), dan hampir semua bidang telah dan masih terus diperjuangkan bagaimana agar Umat Islam bangkit dari keterpurukannya, diantaranya melalui bidang :

·        EKONOMI : Ada yang berjuang melalui usaha atas ekonomi, perbankan dan pengentasan kemiskinan, bagaimana agar ekonomi dapat wujud secara syariah, muamalah yang bersih tanpa unsur riba, kehidupan rakyat menjadi sejahtera

·        POLITIK : Ada yang berjuang melalui usaha atas politik kekuasaan, bagaimana agar sistem pemerintahan dapat tegak secara syariah sehingga hukum Allah pun dapat ditegakkan secara kaffah.

·        HANKAM : Ada yang berjuang melalui usaha atas ketentaraan dan kemiliteran, bagaimana agar kaum muslimin juga sebagai tentara Allah yang siap dikirim ke medan jihad untuk berperang melawan para aggressor yang menindas umat islam

·        SOSIAL : Ada yang berjuang melalui usaha atas kepedulian sosial, bagaimana agar dapat berdiri pusat-pusat layanan kesehatan yang islami, mendirikan posko-posko kesehatan dalam rangka bantuan bencana alam, banjir tanah longsor, dan pelayanan kemasyarakatan lainnya

·        PENDIDIKAN : Ada yang berjuang melalui usaha atas sekolah islam, bagaimana agar dapat berdiri madrasah, sekolah-sekolah islam, pesantren-pesantren, institut islam yang melahirkan generasi-generasi islami

·        MEDIA : Ada yang berjuang melalui usaha atas media islam, bagaimana agar dapat menghambat upaya-upaya propaganda yahudi melalui sistem informasi, publikasi dan media baik cetak maupun elektronik yang berbasis islam, seperti buku-buku islam, majalah islam, program tv islam, website islami, blog islami (termasuk yang saat ini tengah saya buat), dan produk media islami lainnya.

·        PEMBERANTASAN MAKSIAT : Ada yang berjuang melalui usaha menghancurkan lokasi-lokasi maksiat seperti perjudian, lokalisasi, kafe remang-remang dll. Demi terwujudnya masyarakat yang bersih, jauh dari maksiat.

 

Namun sepertinya usaha-usaha dan perjuangan yang telah dilakukan masih saja menghadapi banyak hambatan-hambatan, baik dari internal maupun eksternal. Sehingga usaha-usaha perbaikan seakan-akan tersalip oleh usaha ”perusakan” seperti makin merajalelanya maksiat di depan mata bahkan di tempat bekerja atau rumah kita sendiri (sadar atau tidak sadar)

 

Bila kita bandingkan usaha tersebut diatas dengan usaha yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w yang kemudian dilanjutkan oleh Para Sahabatnya dalam mengembangkan dan memajukan Dienul Islam, maka hanya dalam tempo singkat sejak masa kenabian, Islam dapat berjaya dan kemudian tersebar ke seluruh penjuru dunia. Maka sejak saat itu berubahlah seluruh sistem, tatanan peri kehidupan manusia menjadi Islami, tidak hanya di semenanjung Arab tetapi di hampir seluruh dunia. Dua Per Tiga Dunia takluk di bawah”kaki-kaki” para Sahabat Radiallahuanhum Ajma’in. Khilafah islam dapat berdiri tegak dan disegani seluruh penduduk langit dan bumi. Betapa pemerintahan islam, perekonomian islam, dan seluruh bidang kehidupan saat itu dikuasai islam dan berada pada zaman keemasannya.

 

Bagaimana kita lihat dalam sejarah, berbondong-bondong orang masuk Islam. Satu orang sahabat dikirim kepada kaumnya, maka satu kampung secara ridho masuk islam. Satu jama’ah dikirim ke suatu negeri, maka satu negeri secara rela masuk islam. Bahkan menurut pengakuan mereka yang masuk islam, bahwa mereka sebenarnya bukanlah yang masuk islam tapi islam-lah yang masuk kedalam hati-hati mereka. Dan sementara orang-orang yang masih kafir pun tunduk pada sistem islami.

 

Lalu apa kunci sukses mereka para Sahabat Rasulullah s.a.w ? Ternyata seluruh Sahabat Rasulullah s.a.w. melakukan suatu Usaha yang justru dilupakan dan ditinggalkan. Usaha ini adalah usaha yang pokok sekali mendahului usaha-usaha bidang lainnya. Dengan usaha ini maka usaha-usaha yang lain Insya Allah akan dapat berjalan sukses. Usaha ini adalah USAHA ATAS HIDAYAH, melalui dakwah ’ala minhajul nubuwwah. Mengikuti tertib-tertib dakwah sebagaimana tertib-tertib dakwah Rasulullah s.a.w. 

 

Salah satu ciri usaha dakwah ini adalah  jumpa umat ”face to face” secara langsung dengan hikmah dan kasih sayang dalam rangka niat memperbaiki diri dan mengajak seluruh umat untuk memperbaiki dirinya. Bila kita mencuci piring yang kotor dengan sabun, maka tidak hanya piringnya tetapi secara otomatis tangan kita sendiri pun akan ikut bersih. Dakwah tidak minta upah dan hanya berharap upah dari Allah swt. Orang yang ambil jalan dakwah ini justru berkorban biamwalikum (hartanya) wa anfusikum (dirinya) untuk kemajuan islam. Mengikuti istilah seorang rekan, kalau dulu istri kita mungkin bertanya ”Mas kowe ento piro?” (Mas kamu dapat berapa?) maka orang yang ambil bagian usaha dakwah maka istrinya kini mengganti pertanyaannya ”Mas kowe ente piro?” (Mas kamu habis berapa?)

 

Posted by: Fajar Harguna | 6 December 2008

Pesan Untuk Umat Akhir Zaman

Assalammu’alaykum wr. wb.
Berikut adalah beberapa pesan yang disampaikan oleh Bay Wahab orang yang telah lama dalam usaha da’wah Rasulullah SAW :

1.      Kita dikirim oleh Allah SWT ke dunia ini dengan umur yang sangat singkat, namun dengan umur yang sangat singkat itu kita diperintahkan untuk mendapatkan dan membina akhirat yang selama-lamanya.

2.      Hendaknya kita jangan merasa menjadi orang indonesia, atau orang jakarta, atau orang pakistan, atau lainnya, tapi hendaklah kita merasa diri kita ini adalah umat Rasululah SAW.

3.      Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang dikirim untuk seluruh manusia seluruh alam hingga hari kiamat, nabi-nabi terdahulu hanya dikirim untuk kaumnya atau negaranya saja, dikatakan kepada nabi Isa as itu ada manusia kufur kepada Allah, tapi nabi Isa as katakan aku tidak diutus kepada orang itu aku diutus hanya kepada kaum bani israil.

4.      Kini Rasulullah SAW telah wafat dan tak akan ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, tapi risalah agama yang dibawa nabi SAW tetap harus sampai ke seluruh alam hingga hari kiamat.

5.      Maka kita sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai kewajiban untuk meneruskan tugas ini, tugas da’wah menyampaikan agama ke seluruh alam.

6.      Baik yang muda, yang tua, yang sakit, yang sembuh, yang kaya, yang miskin, yang pejabat maupun rakyat, laki-laki maupun perempuan, yang awam atau bodoh maupun yang pintar sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai kewajiban ini.

7.      Maka sekarang diri kita pertama kali MOHON AMPUN (BERISTIGHFAR) kepada Allah SWT, karena kita telah lupa dan melalaikan tugas ini.

8.      Hari ini manusia menganggap petani adalah pekerjaannya, supir taksi pekerjaannya, pedagang adalah pekerjaannya, bisnis adalah pekerjaannya, padahal kerja umat Rasulullah SAW yang sesungguhnya adalah kerja da’wah.

9.      Maka kita MOHON AMPUN (BERISTIGHFAR) ke pada Allah SWT karena tidak menganggap kerja da’wah adalah pekerjaan kita.

10.  Kita harus merasa kasihan kepada orang amerika, orang eropa, dll yang tidak beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, karena apabila mereka mati maka mereka akan masuk k edalam kubur dengan 99 ular yang mematukinya sampai hari kiamat selanjutnya akan disiksa abadi di dalam neraka selama-lamanya.

11.  Hendaknya usaha da’wah kita kita niatkan seperti yang Rasulullah SAW niatkan yaitu untuk seluruh alam, dan bawa usaha ini dengan kasih sayang dan hikmah.

12.  Apabila kita niatkan seperti Rasulullah SAW maka do’a kita, bicara da’wah kita, ibadah kita akan mendapatkan pahala seluruh alam.

13.  Mendirikan shalat akan mendapatkan pahala, tapi mengajak orang lain untuk mendirikan shalat akan mendapat pahala yang besar dari Allah SWT.

14.  Apabila kita buat kerja yang sama dengan kerja Rasulullah maka Allah SWT akan berikan pertolongan kepada kita sebagaimana Allah SWT tolong Rasulullah SAW dan do’a kita akan dikabulkan oleh Allah SWT.

15.  Apabila ada orang yang menentang kita dalam usaha da’wah maka sesungguhnya dia bukan menentang kita tapi menentang pekerja da’wah dan oleh Allah SWT akan diberikan 2 keputusan apakah dia akan diberikan hidayah atau dihancurkan oleh Allah SWT.

16.  Maka kita jangan takut kepada siapapun, hendaknya kita hanya takut kepada Allah SWT dan berharap hanya kepada Allah SWT.

17.  Maka kita hendaknya sampaikan kalimat Laa ilaaha illallaah kepada seluruh manusia yang ada diseluruh alam.

18.  Apabila kita perbanyak bicarakan kalimat Laa ilaaha illallaah dan bicarakan kebesaran Allah, buat halaqah-halaqah untuk meningkatkan iman, membicarakan akhirat, surga dan neraka sedetail-detailnya, perbanyak ta’lim tentang keutamaan ber’amal, perbanyak dzikir dan do’a, kemudian baru shalat kita akan mempunyai ruh.

19.  Mari kita sama-sama niatkan dalam diri kita untuk buat kerja yang sama dengan kerja Rasulullah SAW yaitu kerja da’wah sampaikan kalimah iman kepada umat seluruh alam, sampaikan risalah Rasulullah SAW hingga hari kiamat dengan begitu Allah SWT akan tolong kita , Allah SWT akan selesaikan masalah-masalah kita.

Wassalam mu’alaykum Wr. Wb.

(dari : usahadakwah.wordpress.com)

Posted by: Fajar Harguna | 6 December 2008

Maksud Hidup Umat Akhir Zaman

Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan maksud yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan maksud penciptaannya. Yang mengetahui maksud hidup manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dsb. Mengapa ? karena mereka tidak mempunyai andil dalam penciptaan manusia.

Maksud hidup manusia adalah

1. Manusia diciptakan untuk ibadah

“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan (hanya untuk) beribadah.” (QS. Adz Dzariyat : 56 )

2. Manusia untuk menjadi khalifah

“Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini khalifah (manusia)” (QS. Al Baqarah : 30 )

3. Manusia untuk ber’amar ma’ruf nahi mungkar dan sebagai naibnya Rasulullah SAW

“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia, yaitu untuk ber’amar ma’ruf dan nahi mungkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran : 110)

Jika manusia berhasil mewujudkan maksud hidupnya, maka akan dijadikan raja-raja di Jannah/Surga. “Jika kamu melihat Jannah seolah-olah adalah kenikmatan dan kerajaan yang besar” (QS. Al Insan: 20).

Keperluan hidup manusia adalah :

1. Makan Minum

2. Rumah

3. Kendaraan

4. Pakaian

5. Pernikahan

Para sahabat Nabi keperluannya rendah tetapi maksud hidup tinggi. Sementara kita memiliki keperluan tinggi tetapi maksud hidupnya rendah. Keseharian kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkan keperluan, tetapi para sahabat berpikir untuk selalu mengorbankan keperluan untuk mendapatkan maksud hidup.

Perbedaan orang beriman dengan orang kafir dalam menggunakan keperluan dan maksud hidup adalah :

1. MAKAN MINUM

Orang kafir : Makan dan minum untuk kesehatan dan kekuatan sebagaimana kaum A’ad sehingga mereka berkata : “Siapakah yang lebih kuat daripada Kami ……?”(QS. Fushsihlat: 15)

Orang beriman :

Makan Minum untuk beribadah agar bisa berdiri shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Jika makan dengan cara adab sunnah Rasulullah SAW maka akan diberi pahala oleh Allah SWT.

Makan Minum untuk Khalifah adalah agar bisa berkhidmat kepada sesama. Nabi SAW bersabda, “jika kalian mengangkat beban saudaramu ke punggung kudanya, maka akan dihitung sedekah, jika kalian mengisi ember saudaramu dengan air maka dihitung sedekah”

Makan Minum untuk dakwah, suatu jamaah diantar ke suatu rumah di Pakistan maka dihidangkan kepadanya air yang rasanya asin. Karena jamaah berniat dakwah maka Amir(sebutan untuk pemimpin jamaah) mengatakan, “Habiskan air asin tadi”.

Setelah jamaah pulang isteri pemilik rumah terlihat pucat, suaminya bertanya, “ada apa?”

Isterinya berkata,”Aku salah memasukkan gula ternyata aku memasukkan garam ke air minum mereka, bagaimana keadaan mereka?”

Suaminya berkata.”Tidak masalah, mereka biasa saja bahkan tampak senang.”

Isterinya berkata,”kalau begitu bapak harus ikut mereka karena mereka bukan orang biasa tetapi seperti malaikat yang berjalan-jalan di bumi.”

2. PAKAIAN

Orang kafir : tujuan menggunakan pakaiannya seperti burung merak yaitu untuk menarik lawan jenis dan untuk dipuji-puji.

Orang beriman :

Untuk Ibadah yaitu menutup aurat karena malu kepada Allah.

Untuk Khalifah yaitu untuk melayani umat sebagaimana kisah Hasan r.a cucu Nabi SAW. Beliau memakai pakaian mahal sehingga seorang Yahudi datang kepadanya dan berkata, “Ya Hasan, benarkah engkau cucu Rasulullah ?”

Hasan r.a. menjawab,”Ya, Kenapa ?”

Kata si Yahudi, “mengapa engkau menyelisihi kakekmu dengan berpakaian mewah padahal dunia adalah penjara bagimu dan surga bagi orang kafir?”. Si Yahudi melanjutkan, “kini kau lihat, aku berpakaian compang camping sementara kamu seperti di Surga?”

Hasan r.a. berkata,”Wahai Yahudi, seandainya kamu tahu pakaian apa yang akan kamu dapatkan di neraka, niscaya kamu akan memakai pakaian paling mewah di dunia ini karena tak merasakan lagi di akhirat. Aku memakai pakaian bagus ini agar orang miskin tahu kalau aku orang kaya agar mereka tak sungkan-sungkan meminta sedekah kepadaku.”

Untuk Dakwah, dengan pakaian yang digunakan orang akan mendapat hidayah dan ingat kepada Allah. Itulah sebabnya orang beriman mencontoh pakaian Rasulullah SAW dan para sahabat.

3. RUMAH

Orang kafir :

Rumah untuk kesombongan dan fungsinya hanya untuk restoran (untuk tempat makan keluarga), hotel (tempat tidur/istirahat) , WC (tempat buang air), gallery (tempat menyimpan barang-barang mewah), bioskop mini (tempat nonton TV keluarga), gedung pertemuan keluarga.

Orang beriman:

Untuk ibadah, Nabi SAW bersabda,”Shalatlah kamu (shalat sunnah) di sudut-sudut rumah kamu niscaya rumah kamu akan dipandang oleh penduduk langit bercahaya sebagimana kamu memandang bintang-bintang di langit.”

Untuk Khalifah, yaitu melayani ummat sebagaimana hadits yang menunjukkan bahwa hak tamu untuk dilayani adalah tiga hari, setelah hari ketiga maka dihitung sedekah.

Untuk Dakwah, yaitu bagaimana orang masuk ke rumah kita mendapat hidayah sebagaimana rumahnya Fatimah binti Khaththab. Umar bin Khaththab masuk ke rumahnya langsung mendapat hidayah, mengapa ? karena di dalam rumah hidup amalan masjid yaitu dakwah, ta’lim, ibadah dan khidmat.

4. KENDARAAN

Orang kafir :

Menggunakan kendaraan hanya untuk menyelesaikan urusan dunia saja, juga sebagai kesombongan dan status sosial.

Orang beriman :

Untuk Ibadah, seperti dipakai untuk pergi ke Masjid, silahturahmi dll.

Untuk Khalifah, yaitu untuk melayani saudara muslimnya, dipinjamkan untuk hajat muslimin

Untuk Dakwah, yaitu untuk berjuang di Jalan Allah. Nabi SAW bersabda, “seseorang yang memelihara kuda untuk digunakan jihad maka semua makanan, kotoran dan kencingnya dihitung sebagai kebaikan oleh Allah SWT”

Nabi SAW juga bersabda,”ada tiga hasil orang memiliki kendaraan, yaitu (1) orang yang mendapatkan Surga dari kendaraannya karena digunakan di jalan Allah SWT. (2) mendapat neraka karena dipakai untuk bermaksiat kepada Allah. (3) tidak memperoleh apa-apa di Akhirat karena hanya digunakan untuk keperluan dunia semata.”

5. PERNIKAHAN

Orang kafir :

Pernikahan mereka hanya untuk menyempurnakan nafsu saja dan mendapatkan keturunan.

Orang beriman :

Untuk Ibadah, sesuai sabda Nabi SAW, “orang yang sudah menikah shalat 2 rakaatnya lebih baik dari pada 70 rakaat orang yang belum menikah.”

Untuk Khalifah, yaitu dengan memiliki isteri kita bisa berkhidmat kepada tetangga sebagaimana hadis,”jika kamu masak, perbanyaklah kuahnya dan kirimkan kepada tetangga kamu.”

Untuk Dakwah, yaitu wanita/isteri dapat berdakwah sampai ke dapur-dapur tetangga kita, sedangkan laki-laki hanya sampai depan pintu saja. Kewajiban dakwah termasuk untuk wanita. Do’a-do’a wanita dalam dakwah sangatlah hebat melebihi do’a 70 wali Allah.

(dari : usahadakwah.wordpress.com)

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.